fenomena push email (blackberry anyone?)
Blackberry adalah sistem komunikasi data wireless yang memungkinkan penggunannya menerima e-mail secara langsung di handset yang mendukungnya (push-mail). kehebatan utamanya terdapat di sistem kompresi datanya. sehingga data yang digunakan untuk lalu lintas e-mail dan sejenisnya menjadi sangat kecil. (ini penjelasan singkat yang sering gw pake kalo ditanya soal blackberry).
menurut wikipedia:
The BlackBerry is a line of wireless handheld devices introduced in 1999 which support services such as push e-mail, mobile telephone, text messaging, internet faxing and web browsing. Developed by the Canadian company Research In Motion (RIM), the BlackBerry usually sends and receives information via the wireless data networks of mobile phone companies, though some devices are Wi-Fi compatible.
fenomena blackberry di Indonesia mencuat baru dua bulan terakhir ini. Ditandai dengan dipasarkannya paket penjualan blackberry "murah" oleh XL. Dengan 199 ribu per bulan, pengguna dapat kuota 25 Mb yang dapat dipergunakan untuk browsing, kirim dan terima e-mail, chat dengan mobile. Angka 25 Mb mungkin membuat banyak orang sangsi, apa iya cukup untuk sebulan, ternyata oleh para penggunanya dinyatakan lebih dari cukup. tak ada habis-habisnya kuota tersebut, hal ini disebabkan kompresi yang dimiliki oleh Blackberry tersebut.
XL memang bukan yang pertama memasarkan blackberry di Indonesia, Telkomsel sudah terlebih dahulu, tetapi tidak bermain di pasar pengguna individu hanya korporat. sedangkan paket penjualan Indosat jauh lebih mahal dari XL, 400 rb rupiah per bulan (lalu ada penyesuaian tarif, sehingga comparable dengan XL). Kelemahan penjualan oleh XL, adalah tidak adanya dukungan untuk non-RIM handsets. XL tidak menerbitkan software Blackberry connect yang memungkinkan wireless devices untuk berhubungan dengan server blackberry di kanada sana.
Awal munculnya blackberry, gw tertarik sekali untuk menggunakannya. tapi kenyataan bahwa XL tidak mengizinkan non-RIM clients untuk blackberrynya membuat sulit merealisasikan keinginan tersebut. Lalu handsetnya sendiri masih sulit didapat, Handset yang diusung XL masih mahal, 6,2 juta, sedang handset refurbished unlocked tipe 7290 masih sekitaran 2 juta.
Akhirnya gw mencoba alternatifnya, yaitu push email memanfaatkan fasilitas IMAP idle nya AIM (beda dikit sama RIM, hehehehe). Memang seru, begitu e-mail diterima di mailbox, langsung dikirimkan ke handset. jadinya gw bisa nerima e-mail kapanpun di manapun. solusi murah. andaikan setiap orang yang gw kenal sudah beralih ke push-mail enabled devices. tapi sayangnya ya itu… belum.
Nokia 9300 nya Noni belum mendukung IMAP idle, bahkan tidak bisa scheduled retrieval of mail. jadi e-mail belum bisa dijadikan komunikasi utama antara gw dan Noni. Keluarga gw juga belum ada yang menggunakan device sejenis. teman kantor pun begitu. Kebutuhan akan e-mail di kantor pun sangat-sangat terbatas. Kantor masih mengandalkan push mail versi jaman belanda. Nota ditulis, dikirimkan lewat kurir. itu pun kadang-kadang harus di pull menggunakan telefon internal
Oh, dan satu lagi yang akhirnya membulatkan tekad gw untuk tidak berblackberry ria. Gw ke mana-mana masih nyetir sendiri. meskipun gw bisa nerima e-mail seketika, tetapi tidak bisa gw baca pada saat itu, dan tak bisa gw bales saat itu pula.
so, blackberry is definitely not the answer to all of life’s problems. mungkin nanti, di saat handsetnya (murahnya) mulai banyak di pasaran, dan kantor gw mulai belajar untuk menggunakan e-mail. tapi saat ini, dia juga bukan jawaban dari pencarian solusi komunikasi murah gw.