Playboy Indonesia: sebuah majalah
Semenjak isu Playboy Indonesia akan diterbitkan hingga dua minggu lalu, gw sama sekali belum pernah melihat seperti apa isinya. Gw yakin gak akan berani untuk menyamai induk majalahnya. Seinget gw majalah Playboy adalah majalah lifestyle, hanya saja disajikan dalam bentuk lain. Kualitas foto-foto yang terpampang adalah papan atas, baik dengan maupun (atau terlebih ) tanpa busana.
Dua minggu lalu akhirnya gw membeli majalah versi Indonesia. di lampu merah, setelah mengetahui harganya 50.000 IDR. Harga sebuah keingintahuan.
Pertama kali gw dikejutkan dengan kualitas kertasnya, terlalu mudah kusut. Lalu dari foto-foto di dalamnya, so sad, gak ada bagus-bagusnya. Pose-pose modelnya ganggu, dan mengesankan tabloid murahan namun pura-pura bagus.
Isi artikel? Menyedihkan. ada wawancara dengan Kaka Slank (pliss deh… gak ada yang lebih menjual apa? - no offense bagi para Slankers, tapi realistis laah…) yang menghabiskan 6 halaman full text, minim foto. Dan ada wawancara dengan Christian Sugiono tanpa fotonya sama sekali. Ackk… majalah apa ini? Dan perlu diingat, ini adalah majalah yang seharusnya untuk pria… peduli apa kami dengan Christian Sugiono? hemm?
Kesimpulannya… 50.000 IDR adalah harga yang sangat mahal untuk kualitas majalah semenyedihkan ini. Tak pantas ia menyandang nama Playboy.
December 15th, 2006 at 8:28 am
Sayang, karena Playboy itu justru terkenal dengan artikel yang bagus dan kontroversial. Tentu saja, ada gambarnya..
January 5th, 2007 at 4:11 am
Untuk membandingkan dua benda, tentunya seseorang harus mengetahui kedua benda yg akan dibandingkan itu. Emangnya lo pernah buka majalah playboy yg aslinya, tos? :p
January 5th, 2007 at 5:34 am
Semuanya dilakukan dengan tujuan membuat perbandingan yang obyektif Li…
January 10th, 2007 at 7:21 pm
Beli FHM atau EHM aja tos…
January 11th, 2007 at 10:11 pm
Better yet, langganan yang aslinya Win ;))
Ketimbang FHM, gw lebih suka sama Stuff. tapi yang versi sononya. versi Indonesianya sih nanggung isinya.
January 14th, 2007 at 7:27 pm
mungkin masih baru, jadi masih mencari jati diri gitu?