Playboy Indonesia: sebuah majalah
Tuesday, December 12th, 2006Semenjak isu Playboy Indonesia akan diterbitkan hingga dua minggu lalu, gw sama sekali belum pernah melihat seperti apa isinya. Gw yakin gak akan berani untuk menyamai induk majalahnya. Seinget gw majalah Playboy adalah majalah lifestyle, hanya saja disajikan dalam bentuk lain. Kualitas foto-foto yang terpampang adalah papan atas, baik dengan maupun (atau terlebih ) tanpa busana.
Dua minggu lalu akhirnya gw membeli majalah versi Indonesia. di lampu merah, setelah mengetahui harganya 50.000 IDR. Harga sebuah keingintahuan.
Pertama kali gw dikejutkan dengan kualitas kertasnya, terlalu mudah kusut. Lalu dari foto-foto di dalamnya, so sad, gak ada bagus-bagusnya. Pose-pose modelnya ganggu, dan mengesankan tabloid murahan namun pura-pura bagus.
Isi artikel? Menyedihkan. ada wawancara dengan Kaka Slank (pliss deh… gak ada yang lebih menjual apa? - no offense bagi para Slankers, tapi realistis laah…) yang menghabiskan 6 halaman full text, minim foto. Dan ada wawancara dengan Christian Sugiono tanpa fotonya sama sekali. Ackk… majalah apa ini? Dan perlu diingat, ini adalah majalah yang seharusnya untuk pria… peduli apa kami dengan Christian Sugiono? hemm?
Kesimpulannya… 50.000 IDR adalah harga yang sangat mahal untuk kualitas majalah semenyedihkan ini. Tak pantas ia menyandang nama Playboy.