Review: Superman Returns
Hari ini nonton Superman Returns bareng Noni (Hai Non!) di Citos. Hmm, dapat seat J3&J4… akrab bener sama layar. but it’s okay. Dari awal pengharapan kami soal film ini gak begitu gede. Gw pribadi rada bete dengan pemilihan peran utamanya (Routh, aktor baru yang gw pikir dapet peran ini karena mirip sama the late Reeve).
Sinopsis: Superman kembali dari perjalanan 5 tahun ke sisa-sisa Krypton. Lois punya anak dan tunangan. Luthor bebas dari penjara karena sistem. Luthor menjarah (Benteng kesunyian) Fortress of Solitude-nya Superman dan menguasai teknologi Krypton (Kristal Krypton + air = Fortress of Solitude/real estate ;)) Superman ‘n "Lois ‘n family" melawan rencana jahat Luthor.
Yang bikin seneng:
- Film ini 2,5 jam, artinya sesuai dengan uang yang dibayarkan :D.
- Superman, ’nuff said.
- Banyak references ke film2 terdahulu (Superman & Superman II) dan bahkan ke komiknya (cover Action Comics #1).
- Cukup seru.
Yang bikin bete:
- Menyimpang dari pakem utama (gak bisa gw jelasin tanpa memaparkan ceritanya, so there).
- Gak perhatian sama detail ( i.e. Pesawat yang sayapnya terbakar, hampir bisa dipastikan akan meledak diudara, karena di sayap itu banyak disimpan bahan bakar (mesin pesawat kan di sayap siiy…))
- Superman jadi kayak psycho/stalker di film ini… well… mungkin dia memang begitu.
- Kryptonite akan membunuh/melemahkan Superman, terlepas dari willpower-nya dia. Kryptonite akan secara langsung mempengaruhi fisiologis Superman.
- Banyak hal-hal yang ngganggu yang gak bisa dijelaskan. (i.e. Superman baru pergi 5 tahun, dan di situ ada perampok yang terang2an berusaha menembak Superman dengan senjata biasa… OMGPDA… ke mana aja tu orang selama ini?) Satu-satunya penjelasan yang bisa gw berikan adalah, Superman berada di "DC Universe", di mana manusia biasa adalah makhluk-makhluk bodoh yang tak dapat berpikir jernih dan hanya merupakan filler / pelengkap penderita bagi para dewa-dewi.
- Ketika seorang Dewa sakit, apa dibawa ke rumah sakit manusia? gak bisa gitu kan? yang paling mungkin adalah dibawa ke Rumah sakit khusus Dewa. dan dalam "DC Universe", hanya ada satu. Starlabs. Tapi entah kenapa, Superman dibawa ke rumah sakit biasa dengan dokter yang begitu by the book (segala mau nyuntik lah, jump start his heart, dll…)
- Referensi keagamaan :)) Pretty funny (and obvious) if you think of it.
Intinya, tontonlah karena merupakan film Superman, dan terima aja kalo penggarapannya tampak aneh dan lucu. Bikin cape karena gak habis2 ngomentarin filmnya.
OIA, siap-siap juga untuk bersebelahan dengan anak-anak kecil… Entah kenapa, banyak orang tua yang mengajak anaknya untuk menonton Superman Returns, padahal jelas, Superman Returns bukan film untuk anak-anak yang masih lugu.
July 2nd, 2006 at 6:34 am
anwar… miss ya!!!!!! setuju dgn apa yg anda tulis ttg superman returns, baru balik jalan ma yanyan nih, dia lg di bdg… lo kpn ke bdg? mana oleh2 aussie? btw noni, noni wibisono?
July 6th, 2006 at 4:50 am
Referensi keagamaan? WHta like when Jo-El said “The son becomes the father and the father becomes the son”?
Gw malah mikir, kalo Superman punya anak, tapi dirahasiain, jgn2 bakal ada P.S (Priory of Superson) yang bakal ngejagain turunan Superman. Kayak DVC dong!