Review: Heart
Hari ini akhirnya gw nonton Heart di Citra 21 (Citraland) bareng Adis (Hai Dis!).
Hmm… 5 menit awal dari film ini "What the…?!" pertama muncul. Anak-anak umur 10 tahunan, "merasa bisa" melakukan CPR, tapi tampak jelas bahwa mereka gak tau untuk apa CPR itu.
[Kalau orang pingsan, pastinya gak ujug-ujug ngasi CPR, tapi cek dulu, nafas atau nggak tu si korban.]
Film ini banyak dipenuhi keanehan-keanehan. Baik di ceritanya, di logikanya, penokohannya, settingnya, dan lain-lain.
Miscast? Tampaknya… Gw cuman ngenalin Nirina dan Ari Sihasale. Tapi parah bener… entah karena memang gak bisa akting, ato penyutradaraan yang buruk. Secara keseluruhan, ini produksi buruk kok, jadi mau bagaimana lagi?
Waktu gw nonton, ada satu bagian yang suaranya kacau berat, entah itu karena filmnya udah lama, atau emang recordingnya buruk (sound effects-nya tampak gak begitu terpengaruh, tapi tokoh2nya jadi kayak pada make helium gitu).
Ceritanya? Hmmh… basi. Part "Ungu Violet", part "A Walk to Remember", part "Kuch kuch hota hai". Hanya saja nih ya, kok cuma ambil formulanya dan elemen-elemen buruknya saja ya? Hmmh…