Review: Ericsson T39m

Hmm… Sudah 6 hari make telefon ini. A legend in its own right.

Malam pertama dengannya terbentur masalah pairing dengan Axim X3i+. tapi ternyata karena bluetooth nya rusak, karena dicoba pairing dengan N6230i, dan HBS820 juga gak bisa. Akhirnya Minggu pagi diswap ke toko penjual.

Kalo perbandingan fitur-fiturnya … emm… review ini sudah lewat masa tiga tahun tampaknya. Jadi akan lebih ditekankan dari pairing capabilities-nya saja yah.

Dari Axim x3i+, tampak hanya ada 3 service untuk bluetoothnya, Dial up, Serial port I, dan Serial Port II. karena gak ada urusannya dengan file transfer dan kawan-kawan, lha ndak ada yang bisa di-browse di hape ini…

Bluetoothnya tampak lebih canggih dari Nokia. setidaknya dibandingkan dgn 6230i. Ada pilihan untuk auto connect dengan headset, jadi bluetooth connectionnya hanya akan aktif kalau ada call in/out.

Melalui IndovisiSMS (sofwer untuk PPC 2003 yang keren abis… nanti lah gw tulis-tulis), mulai banyak nih ketinggalan t39m dibanding 6230i. Waktu yang dibutuhkan untuk narik dan kirim sms lebih lama… dan mayan sering gagalnya (gagal menulis PDU ato apa gitu…).

Lalu ndak ada indikasi apapun kalo ada device yang sedang nyambung dengan T39m. mayan hemat batere juga sih jadinya :D hihihi

untuk GPRS, mayan juga… gak ada perbedaan signifikan di bidang kecepatan. setting juga relatif sama kok dengan ponsel lainnya.

Yah, segitu dulu deh. bluetooth/gprs capabilities dari T39m ini. Oh ya, yang sangat bikin ribet, susah nambahin contact phonebooknya… aih aih… tapi ya gitu deh… namanya juga hape jadul.

Satu hal lagi, yang unik di T39m ini, adalah cara dia menampilkan pesan singkat yang datang. Selagi kita membaca satu pesan singkat, kita tak akan mendapatkan pemberitahuan kalau ada pesan singkat lain yang masuk. Jadi kalau ada dua pesan singkat yang masuk dalam waktu relatif bersamaan, kita hanya tahu ada satu pesan singkat. dan selama pesan singkat pertama tadi belum ditutup, maka pesan singkat ke-dua tidak akan masuk ke hape. unik ya?

Leave a Reply