Playboy sans iklan

Yaps, Majalah Playboy Indonesia edisi 2 telah beredar. Dan gw masih belum ngeliat sama sekali isinya apa. Jangan salah, gw pernah ngeliat majalah ini diperdagangkan, tapi ya ndak punya duit, ya susah mau mbelinya :D

Untuk edisi 2 ini sebenarnya edisi yang bersejarah, sebuah majalah berani tampil tanpa iklan. Gw pikir ini sebagai bentuk pembangkangan terhadap kekangan norma dari masyarakat (dan pemerintah… polda metro melarang juga kan peredarannya?) Sebuah majalah yang di-blacklist oleh perusahaan-perusahaan lain karena stigma yang disandangnya, majalah gak bener.

Kemarin pagi, dalam perjalanan ke kantor yang diselingi obrolan dengan Jane (Hai Jane!) muncul pemikiran, kenapa gak MUI atau FPI atau apalah… ormas-ormas yang gak suka sama Playboy dengan alasan yang high and mighty beriklan di Playboy. tapi dengan isi yang menganjurkan para pembeli untuk tidak membacanya. mengingatkan mereka untuk kembali ke "jalan yang benar" (entah jalan yang mana, dan benar untuk siapa).

Gw pikir bakal efektif bener tuh… baru mbuka halaman pertama, langsung disuguhi ayat-ayat yang mengingatkan siksa kubur dan lain-lain. bikin ilfil gak seh? ;) Lagipula akan lebih menantang untuk berdakwah kepada mereka yang perlu didakwahi (bener gak sih penggunaan katanya?) ngapain menuang garam ke laut, kalau masih banyak air susu yang harus digarami…

atau justru "ngapain mencegah orang yang akan menggarami laut, toh lautnya sudah asin…" ;)

2 Responses to “Playboy sans iklan”

  1. silvia Says:

    yups..
    ada benernya juga opini mas anwar..
    kenapa gak ikutan kasi iklan ato wejangan ya dari ormas2 atau lembaga agama didalam majalah playboy..kan kita juga mempunyai multi religi..
    tanya KeNnapaa…?

  2. Umar Says:

    Daripada beli Playboy Indonesia mendingan beli Rolling Stone Indonesia.
    Lebih murah, lebih bagus pulak. Lagian Playboy Indonesia mo ngeliat apaan. Gambarnya aja kalah hot dibanding FHM indo. Bahkan dibanding Cosmopolitan indo.

Leave a Reply