Archive for June, 2006

Missed Birthdays

Monday, June 26th, 2006

Selama ini gw hampir gak pernah "melupakan" ulang tahun teman, kecuali kalau memang sengaja dan benar-benar gak sengaja (Ripa… ini maksudnya ke elu… dan gw kan cuma telat seminggu… nggak lebih).

Tapi baru kali ini namanya gw "melupakan" untuk mengucapkan "selamat ulang tahun" kepada teman gw tanpa sengaja dan berturut-turut (Lia, Isna, maafkan …). Ini karena ketergantungan kepada teknologi. selama ini data ulang tahun tercatat jelas dalam handphone gw. tapi berhubung handphone gw sedang di-rumah-sakit-kan, jadi tanpa harapan lah soal mengingat hal-hal tersebut.

Coincidentally, tahun ini juga orang-orang  yang seharusnya mengingat hari ulang tahun gw, gak dapat mengingatnya dengan sempurna :)

Lagipula, selain handphone yang inaktif itu, gw akhir-akhir ini juga jarang akses friendster. walhasil, gerbang pertahanan terakhir dari ingatan gw pun luluh lantak.

sekali lagi, maaf…

TOEFL

Monday, June 19th, 2006

TOEFL, kependekan dari Test Of English as a Foreign Language (jangan tanya gw kenapa "of" masuk ke kependekan, sedang "as" dan "a" nya nggak).

Sering disalah sebut jadi TOEFL test, atau tes TOEFL. yah, bagi yang sudah tingkat SMA, insya Allah sudah familiar dengan "ujian" ini, entah untuk iseng aja, atau untuk ngelamar kerja, atau untuk ngelamar sekolah.

Lucunya, bagi gw setidaknya, dengan banyaknya lembaga-lembaga yang menawarkan kursus untuk persiapan TOEFL, dan banyaknya buku-buku dan training softwares untuk "mempersiapkan" calon peserta untuk menghadapi tes sejatinya, maka esensi dan maksud dari TOEFL itu sudah tak lagi tercapai.

TOEFL seharusnya dan dimaksudkan untuk mengkuantifikasi kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. nilai maksimum kalo gak salah 670 (paper based). kalo udah kisaran 550 an, udah gak mengalami kesulitan berarti dalam mengikuti pembicaraan dalam bahasa Inggris. Kalau gw gak salah, dulu banget, untuk menjadi tenaga pengajar di LIA, skor TOEFL-nya sekira 500 an (CMIIW).

Nah, kalau seseorang telah mempelajari mengenai cara-cara menjawab soal-soal  yang diajukan, maka dia akan menjawab bukan atas dasar pemahamannya, tetapi atas dasar "rumus-rumus" yang dimilikinya. sebelas dua belas lah sama "cara cepatnya" bimbingan belajar. Dan hasilnya, bukannya skor TOEFL mencerminkan pemahaman seseorang terhadap bahasa Inggris, tetapi mencerminkan persiapan yang ditempuhnya.

Review: Ericsson T39m

Thursday, June 15th, 2006

Hmm… Sudah 6 hari make telefon ini. A legend in its own right.

Malam pertama dengannya terbentur masalah pairing dengan Axim X3i+. tapi ternyata karena bluetooth nya rusak, karena dicoba pairing dengan N6230i, dan HBS820 juga gak bisa. Akhirnya Minggu pagi diswap ke toko penjual.

Kalo perbandingan fitur-fiturnya … emm… review ini sudah lewat masa tiga tahun tampaknya. Jadi akan lebih ditekankan dari pairing capabilities-nya saja yah.

Dari Axim x3i+, tampak hanya ada 3 service untuk bluetoothnya, Dial up, Serial port I, dan Serial Port II. karena gak ada urusannya dengan file transfer dan kawan-kawan, lha ndak ada yang bisa di-browse di hape ini…

Bluetoothnya tampak lebih canggih dari Nokia. setidaknya dibandingkan dgn 6230i. Ada pilihan untuk auto connect dengan headset, jadi bluetooth connectionnya hanya akan aktif kalau ada call in/out.

Melalui IndovisiSMS (sofwer untuk PPC 2003 yang keren abis… nanti lah gw tulis-tulis), mulai banyak nih ketinggalan t39m dibanding 6230i. Waktu yang dibutuhkan untuk narik dan kirim sms lebih lama… dan mayan sering gagalnya (gagal menulis PDU ato apa gitu…).

Lalu ndak ada indikasi apapun kalo ada device yang sedang nyambung dengan T39m. mayan hemat batere juga sih jadinya :D hihihi

untuk GPRS, mayan juga… gak ada perbedaan signifikan di bidang kecepatan. setting juga relatif sama kok dengan ponsel lainnya.

Yah, segitu dulu deh. bluetooth/gprs capabilities dari T39m ini. Oh ya, yang sangat bikin ribet, susah nambahin contact phonebooknya… aih aih… tapi ya gitu deh… namanya juga hape jadul.

Satu hal lagi, yang unik di T39m ini, adalah cara dia menampilkan pesan singkat yang datang. Selagi kita membaca satu pesan singkat, kita tak akan mendapatkan pemberitahuan kalau ada pesan singkat lain yang masuk. Jadi kalau ada dua pesan singkat yang masuk dalam waktu relatif bersamaan, kita hanya tahu ada satu pesan singkat. dan selama pesan singkat pertama tadi belum ditutup, maka pesan singkat ke-dua tidak akan masuk ke hape. unik ya?

11 Juni 2006

Sunday, June 11th, 2006

Hmm… hari yang melelahkan. Tapi cukup produktif :)

Pagi ini dimulai dengan berkebun! nggak juga sih, lebih tepatnya mbantuin di kebun. di halaman rumah gw tumbuh pohon kersen (gw gak tau ejaannya), dan juga pagar yang dirambati entah apa. nah, tanaman rambat ini sudah menjalar-jalar selalu kian kemari. Akhirnya tadi berupaya memisahkan antara tanaman tersebut dengan pohon kersen. mayan, motong-motong sulur serasa membuka jalan di hutan Amazon :D

Habis itu berdua dengan ponakan gw (Athifah Qonita Millaty, nicknamed Kunyit oleh gw) yang berumur 2 tahun lewat bepergian :) Ini kali pertama gw pergi bareng cuman berdua dengan dia. Dia duduk anteng di car-seat. Tujuan pertama ke Pasar Benhil. Tapi gak begitu produktif, barang yang dicari ndak ada di sini. Jam 9:30 an, kami melanjutkan perjalanan ke ITC Kuningan/Mall Ambassador.

Kami nyampe di sana, dapet parkir yang relatif nyaman, masih gelap gulita, toko-toko masih pada tutup. tujuan gw ke sini adalah untuk swap T39m yang baru dibeli kemarin. Sambil menunggu tokonya buka, gw muter-muter tempat itu bareng Kunyit (ya iya lah… moso gw tinggal?) Minum Teh Botol kegemarannya di Carrefour, sempet juga beli roti tawar dan alat bantu renang untuknya.

Di perjalanan ke lantai 3 ITC untuk nuker hape, sempet juga beli gantungan hape dan crystal case untuk 6230i gw. Proses penukaran hape gak berlangsung lama, tapi kali ini gw sempetin untuk pairing di tempatnya. biar gak bolak-balik lagi. sukses urusan hape, pulanglah kita tapi mampir dulu ke McD Saharjo.

Nyampe rumah, Thifa yang tidur sepanjang perjalanan pulang diturunkan, lalu gw melanjutkan perjalanan ke Pusdiklat untuk ketemu dengan Astrid (Hai Chiet!). Alkisah malam sebelumnya, Astrid kehilangan hapenya di salah satu kafe di bilangan Kemang. Berhubung nomer pasca bayar baru, dan nomer cantik (meski belum aktif seh…) jadi mesti diblok, namun karena ada mixed up di XL, Astrid harus ke Cempaka Mas untuk menyelesaikan urusan ini.

Yo wes, ketemu sama Astrid dan Wulan (temennya Astrid), terus langsung ke Cempaka Mas. Sepanjang perjalanan kita kontak sama XL representative untuk mendapat informasi lebih jelas mengenai duduk perkaranya. Sempet macet-macet dulu sebelum masuk ITC Cempaka Mas, terus ngantri jaya di XL Centernya (ternyata, ngantrinya itu karena banyak orang yang ngisi pulsa di XL Center, awalnya gw bingung kenapa juga ke XL Center, kenapa gak beli pulsa di luaran aja… ternyata karena murah… nominalnya itu lho… pada ngisi 10.000, 5.000, 20.000 gitu. Gak masuk di pikiran gw sih, ngantri untuk ngisi pulsa yang baru 1 jam kemudian baru bisa masuk). Seperti biasa, urusan beginian cukup memakan waktu. walhasil begitu selesai urusannya, perut udah lapar berat. on the way ke lantai dasar (menuju KFC), sempet mampir di gerainya VK.

Produsen telefon asal Korea ini memasarkan VK 2000 (1 juta IDR) dan VK 2020 (2 juta IDR). Tipis jaya gitu tu dua telefon, yang VK 2000 memiliki ketebalan (atau ketipisan?) 8,8mm. tampilan user interfacenya mirip dengan SE, tapi gw yakin pengguna NOKIA atau SE pasti harus beradaptasi ulang (untuk ngirim SMS kok rada ribet yaks?). Bentuknya mirip dengan Motorola L6 atau L7.

Makan di KFC ITC Cempaka Mas ini bener2 seru… susah bener ndapetin tempat duduk. Jam Packed!. Sempet ada insiden kecil. Ada seorang perempuan (tampak masih usia SMA) dengan Mamanya, asalnya kami sempet membicarakannya dengan maksud baik memuji bahwa dia cantik, tapi upon closer inspection ternyata Jauhgenic (ketolong poni tampaknya). Nah, si anak ini dalam berupaya bermanuver dari tempat cuci tangan kembali ke mejanya menyenggol meja tempat Astrid dan Wulan makan, Astrid nyeletuk "Brutal amat mbak", terus si anak ini dengan tampang judes dan ke-ABG2-an bilang "Ada orang kalle…" Hahahha, lucu gak seh? dan entah kenapa, si anak ini jadi tampak bete banget ke kami (ke Astrid seh, tapi lama-lama ke gw juga tampaknya). sambil makan dia ngelirik2 ke meja kami, beberapa kali gw nangkep dia ngelirik ke arah gw yang gw bales dengan senyuman manis (alah…). Lama-lama Astrid bete juga diliatin mulu, jadi bilang ke anak itu "kenapa mbak?" terus si mbak itu melengos gitu deh… hihihi. makin aja gw ketawain tu anak :D

Nah, habis urusan di Cempaka Mas, gw pulang deh, kami pisah di dekat pintu tol, karena Astrid dan Wulan ke arah bekasi. Gw meneruskan perjalanan ke Grha Nokia. Ternyata Minggu sore adalah saat paling best untuk bertandang. Gw nyampe situ sekira jam 16. Nunggu sebentar, langsung dipanggil menghadap pihak yang berwenang. Kali ini gw dengan sedikit pasrah merelakan 6230i gw untuk diobservasi selama 5 hari kerja. Yang gw agak gak ngerti, kenapa MMC gw ikutan diformat yah… hehehhee… padahal MMC gw dikembaliin begitu aja ke gw, gak ikutan disimpen sama mereka. Dasar.

Nyampe rumah, setting T39m dengan Axim X3i+ berjalan dengan lancar, akhirnya gw bisa merespon sms yang masuk dengan lebih leluasa, darpada berkutat dengan layoutnya Ericsson jadul itu. Jadi setidaknya sampai 6230i gw kembali dengan jeroan yang lebih baik, gw harus beradaptasi dengan menggunakan duet maut X3i+ dan T39m :)

10 Juni 2006

Saturday, June 10th, 2006

Emm… hari ini cukup hectic.

Pagi-pagi ke Pak RT, ngurus perpanjangan KTP. Nggak ribet sih, cuman takes time aja (tapi mesti seh…). Terus ke kantor pos, tapi ndilalah belum buka, hehehhehe. yo wes. Terus pergi sama Papa ke Pasar Kenari, nyari pulley (ternyata dalam bahasa pasarnya, pulley yang kecil itu "kerekan burung") dan baut. Alhamdulillah kedua benda ini dapat ditemukan dengan aman.

Pulang ke rumah sebentar, pergi lagi ke Kantor Menpora. DI daerah kemang (agak pusing juga mau lewat jalan mana, soalnya jalan raya PS Minggu macet jaya), iseng nelfon seseorang yang gw tau dari milis. Nanya hardcase Axim. Ternyata obrol punya obrol, posisinya di Kantor Taman. Hmm… sempet mikir juga, jangan-jangan Dipo yang di DDI. Akhirnya gw belok dulu, ke Kantor Taman demi ngeliat hardcasenya. Ternyata oh ternyata, beneran Dipo yang itu, a friend of a friend. hihihi. Selesai urusan dari Kantor Taman, dengan X3i+ berada dalam lindungan hardcase itu, gw beranjak ke kantor Menpora.

Di situ udah ada segelintir calon peserta pertukaran pemuda yang sedang dilatih. Hmm… sedikit haha-hihi dengan teman-teman, terus dilanjutkan dengan rapat yang agak serius. dengan diselingi menonton film cinta-cintaannya Oji dan Gunawan (tapi bukan antara mereka lho, dengan pasangan masing-masing) yang membuat hati tergelitik. Lumayan lama juga menghabiskan waktu, dari jam 11:30, sampai jam 16:00. Oh ya, di sini juga RIni pamitan, mau umrah. Semoga lancar lah Rin.

Habis itu bingung mau ngapain lagi, akhirnya bareng sama bang Melvin ke Mall Ambassador. Berburu T39m. Alhamdulillah dapet juga. hmm… bangkrut nih… tapi emang harus dapet. Mayan lama juga, sempet nyari DVD, dan nemu GTO senangnya…

Dari Ambassador dilanjutkan dengan makan malam dan ngobrol-ngobrol di Soto Gebrak Tebet. Hmm… rasanya sih biasa saja, cuman awal-awal bener-bener ngejutin. hihihihi.

Usai makan dan ngobrol, pulang lah ke rumah… sampai rumah jam 19-an.

Hectic? ndak juga sih… lebih kepada penuh jalan-jalan dan menghabiskan uang :))

Playboy sans iklan

Friday, June 9th, 2006

Yaps, Majalah Playboy Indonesia edisi 2 telah beredar. Dan gw masih belum ngeliat sama sekali isinya apa. Jangan salah, gw pernah ngeliat majalah ini diperdagangkan, tapi ya ndak punya duit, ya susah mau mbelinya :D

Untuk edisi 2 ini sebenarnya edisi yang bersejarah, sebuah majalah berani tampil tanpa iklan. Gw pikir ini sebagai bentuk pembangkangan terhadap kekangan norma dari masyarakat (dan pemerintah… polda metro melarang juga kan peredarannya?) Sebuah majalah yang di-blacklist oleh perusahaan-perusahaan lain karena stigma yang disandangnya, majalah gak bener.

Kemarin pagi, dalam perjalanan ke kantor yang diselingi obrolan dengan Jane (Hai Jane!) muncul pemikiran, kenapa gak MUI atau FPI atau apalah… ormas-ormas yang gak suka sama Playboy dengan alasan yang high and mighty beriklan di Playboy. tapi dengan isi yang menganjurkan para pembeli untuk tidak membacanya. mengingatkan mereka untuk kembali ke "jalan yang benar" (entah jalan yang mana, dan benar untuk siapa).

Gw pikir bakal efektif bener tuh… baru mbuka halaman pertama, langsung disuguhi ayat-ayat yang mengingatkan siksa kubur dan lain-lain. bikin ilfil gak seh? ;) Lagipula akan lebih menantang untuk berdakwah kepada mereka yang perlu didakwahi (bener gak sih penggunaan katanya?) ngapain menuang garam ke laut, kalau masih banyak air susu yang harus digarami…

atau justru "ngapain mencegah orang yang akan menggarami laut, toh lautnya sudah asin…" ;)

Review: Heart

Saturday, June 3rd, 2006

Hari ini akhirnya gw nonton Heart di Citra 21 (Citraland) bareng Adis (Hai Dis!).

Hmm… 5 menit awal dari film ini "What the…?!" pertama muncul. Anak-anak umur 10 tahunan, "merasa bisa" melakukan CPR, tapi tampak jelas bahwa mereka gak tau untuk apa CPR itu.

[Kalau orang pingsan, pastinya gak ujug-ujug ngasi CPR, tapi cek dulu, nafas atau nggak tu si korban.]

Film ini banyak dipenuhi keanehan-keanehan. Baik di ceritanya, di logikanya, penokohannya, settingnya, dan lain-lain.

Miscast? Tampaknya… Gw cuman ngenalin Nirina dan Ari Sihasale. Tapi parah bener… entah karena memang gak bisa akting, ato penyutradaraan yang buruk. Secara keseluruhan, ini produksi buruk kok, jadi mau bagaimana lagi?

Waktu gw nonton, ada satu bagian yang suaranya kacau berat, entah itu karena filmnya udah lama, atau emang recordingnya buruk (sound effects-nya tampak gak begitu terpengaruh, tapi tokoh2nya jadi kayak pada make helium gitu).

Ceritanya? Hmmh… basi. Part "Ungu Violet", part "A Walk to Remember", part "Kuch kuch hota hai". Hanya saja nih ya, kok cuma ambil formulanya dan elemen-elemen buruknya saja ya? Hmmh…