Review: X-men: The Last Stand

Sinopsis: Homo Sapiens menemukan "obat" untuk menekan gen-x di Homo Superior. Brotherhood of (Evil) Mutants-nya Magneto tidak menerima hal ini, dan mendeklarasikan perang terhadap Homo Sapiens. X-Men berusaha mencegah upaya Brotherhood.

Ulasan: Hmm… mengecewakan. tidak sesuai dengan harapan gw. Bayangkan, ada karakter-karakter menarik yang muncul seperti Phoenix, Angel, dan Colossus tapi tak bisa diolah dengan baik, apa karena Singer digantikan oleh Radner(?).

Awalnya gw pikir bakal ada Apocalypse karena ada Angel atau Stryfe karena ada "virus". Tapi ternyata bukan… masih tetap Brotherhood vs. X-Men. Phoenix di film ini merupakan split personality dari Jean Grey, bukannya entitas asing. Emm, gitu deh… Seharusnya bisa lebih baik.

Memang, gw sadar bahwa seperti biasa ada deviasi antara komik dengan film. Bagi yang gak ngikutin komiknya, film ini masih bisa diterima.

Iseng: Stan Lee muncul lagi secara cameo di scene awal (orang yang menyiram halaman), waktu Magnus dan Xavier mengunjungi Jean kecil.

One Response to “Review: X-men: The Last Stand”

  1. Ame Says:

    Bener kata antos, berhubung ame gak ngikutin komiknya, cuma ngikutin pelemnya doang, maka Ame masih bisa terima, apalagi nontonnya dibayarin orang hehehe…. Sebagai orang yg gak ngikutin komiknya, emang patut disayangkan Mutant2 baru itu gak banyak berperan (misal, Angel). Mungkin karena dibatasi durasi waktu yak?

Leave a Reply