review: the davinci code, the movie

Seperti yang udah gw tulis sebelumnya, gw baru baca bukunya. gak begitu mencengangkan. tapi it’s okay lah untuk menghabiskan waktu.

Nah, malam ini, di hari pertama peluncurannya di Indonesia, atas jasa baik dari Adis (Hai Dis!) dan Astrid (Hai Chiet!), bersama dengan beberapa teman gw nonton film ini di Djakarta Theatre.

I’ve committed the ultimate sin, gw tidur di dalam bioskop… Mon Dieu... filmnya parah! The book is not that good to begin with, tapi film ini bener-bener parah… ada hal-hal kecil dan BESAR yang salah di film ini. Semangat dari bukunya gak bs gw dapetin di filmnya.

Yang gw notice banget, adalah posisi/pendirian Langdon. Di buku, Langdon is a believer, setidaknya dia well versed in the realm of Holy Grail. Di film, Langdon adalah seorang skeptis, yang ragu-ragu dalam pendiriannya, sama sekali gak tampak sebagai seorang peneliti.

Casting dan penokohannya nya juga parah… Awalnya gw gak tau kalo Jean Reno ikutan di film ini, sayang gak dimanfaatkan. Reno sama sekali bukanlah sosok Fache di pikiran gw. Dan Langdon? di bukunya jelas-jelas disebutkan dia mirip Harrison Ford, tapi kok ya malah Tom Hanks? hmmh… Ian McKellen (kalo gak salah) juga jauh dari image yang diberikan Sir Teabing. aaarghh…

OIA, penerjemah film ini gw rasa dibayar setengah, setiap pembicaraan yang menyatakan Jesus itu manusia gak diterjemahkan. Ayolah… realistis, film ini kan dari international bestseller, yang laku keras pula di Indonesia. kok ya masih mau berkelit dari ceritanya. huh.

Intinya, tunggu di DVD aja seh… kalo masih penasaran. jangan sampe ngantri2 di bioskop, bayar mahal-mahal, eeh… malah misuh-misuh di luarnya (kecuali ditraktir… kayak gw gini, hihihihi).

Leave a Reply