Review: J.co Donuts and Coffee
J.Co donuts and Coffee itu lucu. Entah mengapa banyak orang yang suka banget, sampe-sampe setengah jam sebelum gerainya buka pun sudah ada banyak orang yang mengantri (gak antri juga sih, begitu gerai dibuka, langsung terjadi selak menyelak).
Harga donutsnya pun cukup lucu, IDR 5000 untuk glazed, dan IDR 5500 untuk jenis lainnya. Pembelian bervolume besar lebih menguntungkan, IDR 25.000 untuk setengah lusin campur, IDR 40.000an untuk satu lusin campur.
Bagi pencicip, gw sarankan beli selusin campur (tanpa glazed), dan beli satu gelas minuman (harga sudah termasuk satu glazed donut). IDR 60.000 bisa buat 3 kali makan, atau bisa untuk menemani menunggu orang di gerainya
Menurut Rini (hai Rin!), J.Co ini adalah asli kreasi orang Indonesia (Johny Andrean), bukan waralaba dari luar. Tapi kenapa ditampilkan seakan2 waralaba asing?
Rasa donutsnya? Gini aja, ngantri satu jam kalo untuk beli banyak, masih layak. tapi kalo cuman mau beli satu… pikir-pikir lagi lah.
April 20th, 2006 at 8:34 pm
Hehehe…waktu itu Johny Andrean pernah datang ke workshop yang diselenggarakan kantorku..dia jelasin detail sekali tentang bisnis J.Co nya ini. Dia berencana akan ekspansi ke luar negeri, bukan cuma dikembangkan di Indonesia. Dan memang dalam rencananya itu dia sama sekali gak intend to menampilkan ciri khas Indonesia secara fisik, baik dalam produknya, tampilan tokonya, packagingnya, dll. Untuk bahan bakunya pun semuanya imported, bukan asli Indonesia. Kenapa dia tidak menciri kan Indonesia dalam produknya, itu aku rasa sih pertimbangan bisnis. Saat ini, di Indonesia, mungkin dengan mengusung ciri yang lebih western tepat untuk mengembangkan bisnis donat ini. Memang tidak ada keharusan juga toh, untuk menampilkan ciri ke Indonesiaan disitu
Apalagi donat juga memang bukan makanan khas Indonesia.
Jadi sepertinya sih, he doesnt mind kalau orang di luar nggak tau bahwa itu produk asli Indonesia. (kecuali kalau nanti pas expand ke luar ternyata dia membawa strategi yang berbeda ya..).
Ada peserta workshop yang sempat mempertanyakan kepada johny andrean soal ‘idealisme’nya sebagai orang Indonesia. Kenapa tidak pakai bahan baku asal Indonesia, sedangkan itu bisa membantu meningkatkan perekonomian negara ini? Jawaban dia simple, dan cukup make sense kalau buat ku. Sekarang dia sedang memaksimalkan produknya dulu, he uses the best ingredients supaya dapat menciptakan produk yang terbaik, disukai orang. Pada akhirnya, seiring dengan berkembangnya bisnis, itu juga akan membantu perekonomian, baik dari penyerapan tenaga kerja lokal, bahkan mungkin nantinya penggunaan bahan baku lokal (dengan catatan, sudah mencapai kualitas yang sesuai standar dia). Sebenarnya J. Co sebagai merk baru aktif memulai kegiatan2 yang berbau sosial, melibatkan anak2, masyarakat umum. AKu sendiri jarang melihat merk baru muncul trus langsung mencoba menyentuh hati masyarakat melalui kegiatan2 sosial. Sepertinya J.Co memang ingin ditampilkan sebagai brand yang compassionate.
Anyway, setelah mendengarkan presentasinya di workshop tsb, despite masalah image, idealisme, dll..satu hal yang aku simpulin. Johny Andrean jago banget bisnisnya..:)
April 20th, 2006 at 11:33 pm
Lah… ini panjangan comments-nya ketimbang isinya. hihihi.
I see, jadi begitu tho ceritanya. memang tandatanya menyeruak ketika membaca tulisan-tulisan di counternya