Salah satu perasaan yang paling tidak menyenangkan yang pernah kualami adalah: punya segudang pertanyaan tetapi yakin tidak ingin mengetahui jawabannya. Bukan karena tidak ingin tahu, tapi karena apapun jawabannya tak akan memperbaiki keadaan.
Sulit untuk menyikapi perasaan itu. Apa ini yang namanya gundah gulana? Naluri awalku adalah menyikapinya dengan ketidakpedulian penuh (complete abandon). Trying to let off some steam. Memacu mobil sampai batasnya. Memutar musik kencang. Tapi percuma, berguna hanya untuk sesaat. Obat-obatan terlarang dan minuman keras tentunya bukanlah cara yang tepat untuk menyikapi permasalahan apapun (ingat kata Alm. Danu, "Lebih baik merusak orang lain daripada merusak diri sendiri").
Akhirnya yang terbaik adalah merelakan. Semua sudah pada tempatnya.
God, Grant me the strength to change what can be changed, grant me the serenity to accept the things that can not, and the wisdom to know the difference.