Demi Merah Putih; Merah Putih-nya siapa?
Wednesday, March 8th, 2006Kemarin (8 Maret 2006), gw pulang kantor, jalanan sepi. Sebabnya, ada sekelompok (2 ribuan lho ya) kepala desa yang menghambat arus lalu lintas busway.
Mereka berjalan kaki dari gedung DPR/MPR ke Istana Merdeka.
Tau apa yang mereka tuntut? Agar pemerintah mengamandemen beberapa kebijakan yang "merugikan" mereka. yaps, bukan merugikan rakyat.
Mereka antara lain meminta agar masa jabatan kepala desa diperpanjang dari 6 tahun menjadi 10 tahun karena dalam jangka 6 tahun, belum "balik modal" biaya yang mereka keluarkan untuk kampanye kepala desa.
Memprihatinkan.
2 ribuan orang-orang itu adalah cerminan pemimpin rakyat, yang tak segan-segan merugikan ribuan pengguna jasa transportasi transjakarta demi menarik perhatian dan "mengancam" pemerintah untuk mengabulkan tuntutannya.
Bayangin aja, selama perjalanan dari depan istana merdeka hingga blok M, gw gak menemui satu pun bus transjakarta yang berjalan searah dengan gw. semuanya mandek di arah ke kota, karena jalan mereka dihalangi oleh parade raja-raja kecil itu.
Oh ya, kabarnya mereka akan mengulangi aksinya kembali hari ini (9 Maret 2006). So, be prepared.
Apa salah kalau gw jadi bertanya lagi,
"Merah Putih nya siapa yang kita perjuangkan?"
"Apa memang kita belum layak untuk mengibarkan Sang Merah Putih, Buah dari pengorbanan jutaan pahlawan?"