review: ungu violet

hari sabtu kemarin gw cukup dikejutkan dengan tampilnya film ini di layar kaca… cukup cepat juga, mengingat september yang lalu baru dirilis ke layar perak.

gw inget dulu pengen nonton ni film, tapi belum kesampean sampe akhirnya di hari sabtu itu. Pengen nonton bukan karena bintangnya, tapi karena hype nya (gw ndengerin prambors tiap pagi saat itu).

ternyata… gak menyesal gw nontonnya di layar kaca. kalo gw nonton di bioskop udah misuh2 kali… hihihi.

kenapa ya, kok gw gak sreg sama gaya bahasanya… terlalu baku. padahal settingnya ya sehari-hari. Pemain2 lainnya juga gak diberdayakan. gak ada gunanya lah. gw rasa cuman mendompleng nama si Dian Sastro aja. berharap nama tu orang bisa ngejual ni film.

Gw pikir Dian Sastro well casted di film ini. tampangnya itu lho :)) boleh lah

Trus gw pikir, ni orang yang bikin scriptnya kehabisan ide di tengah jalan, jadinya situasi yang mengarah ke akhirnya itu terlalu mengada-ada. (moso iya keluar restoran sambil mbawa gelas dibolehin?)

One Response to “review: ungu violet”

  1. Diyah Says:

    Kita nonton film ini rame - rame di TV kost - kostan. Dari awal sampai akhir yang muncul gerutuan dan kritik melulu. Ujung - ujungnya kita sepakat bahwa di film ini sepertinya Dian kerja keras sendirian .. he .. he .. he ..
    Btw, mungkin aku terlewat, “Ungu Violet” yang jadi judul itu kaitannya apa dengan ceritanya ? Thanks.

Leave a Reply