pengamanan anti teror di malls

saat ini kalau kita masuk mall, pasti pake diperiksa dulu. dimulai dari gerbang depan, bagi pengendara mobil, dibuka pintu2… satpam melongokkan kepala dan melambai-lambaikan metal detector dan kolong mobil dilihat dengan bantuan cermin cembung. Lalu di pintu depan, dicek lagi, yang mbawa tas dibuka, dilongok, dll…

tapi ternyata ada beberapa pengecualian dari SOP ini.

yang mau gue ceritain adalah kisah nyata. di suatu selasa siang, gw ke PS. mbawa mobil. nah, di antrian tiket parkir kendaraan di depan gw adalah bajaj. dan ajaibnya, bajaj ini gak pake dicek2 sama satpam yang segitu banyaknya. langsung aja dia lewat, ngambil tiket, dan masuk ke lahan parkir.

ya gw tanya dong, kenapa kok bajaj itu dicek, sementara mobil gw dan kendaraan lainnya dicek… dan jawabannya "oh, untuk bajaj kita excuse pak"

waks… bajaj yang gak jelas bentuknya (no offense bajaj-users) diizinkan lewat, sementara kendaraan lain semacam mobil-mobil mewah harus berhenti dan diperiksa? make sense? nggak!

hal yang sama pernah gw alami dahulu kala. waktu itu gw janjian sama my then-girlfriend di BSM. dia make suzuki baleno, gw make daihatsu zebra. usia mobilnya aja udah sepuluh tahun terpaut nih ya… tapi mobil gw diizinkan lewat begitu saja, sedang mobil baleno my then girlfriend dicek, dibongkar2… luar biasa.

tapi apa gunanya juga ya untuk mendeteksi bom dengan metal detectors? bahan peledak jaman sekarang udah pada make plastik gitu loh. seberapa sulit menyelundupkan bahan peledak ke dalam mall dan sekitarnya? gak sulit sama sekali.

pengamanan yang ada saat ini cuman basa-basi… asal ada. gw gak yakin para satpam dikasi pelatihan yang cukup untuk mendeteksi bahan peledak. dan apa mereka digaji yang cukup? hazard pay? mestinya sih iya. karena mereka the first line of defense against bomb attacks.

Leave a Reply