Archive for February, 2006

malam yang aneh

Friday, February 17th, 2006

tadi malam gw, mas lulu, mas wawan, dan oddie makan di sebuah rumah makan di daerah senayan. Berhubung sudah hampir jam delapan malam dan makanan terakhir yang masuk ke perut gw adalah nasi gado-gado sekira delapan jam yang lalu, sudah pantaslah jika rasa lapar yang amat sangat telah menyeruak.

segera setelah menu dibagikan, terjadi dialog yang kira-kira begini:

Gw : "Mbak, nasi goreng"
Mbak : "Baso goreng"
G : (sambil nunjuk ke menu, dan mengulangi perlahan) "Na-si-go-reng"
M : (sambil berusaha mencatat) "hihihihihihihi" (tertawa tak tertahan)
G, mas Lulu, mas Wawan, Oddie: (saling berpandangan)
M : "Nasi gorengnya biasa atau spesial?"
G : "bedanya apa?"
M : "Yang spesial pakai bakso goreng dan ayam kampung, kalau biasa cuma telur saja" (sambil berusaha menahan tawa)
G : "yang Spesial kalau begitu"
M : (mencatat sambil terus berusaha menahan tawa)
L : "Saya bakso kuah"
O : "Saya juga"
W : "mbak kenapa? teman saya ini lucu ya?" (seraya menunjuk ke Oddie)
M : "ah Mas, bisa saja, hihihihi"
W : "lho, jadi kenapa mbak ketawa?"
M : "hihihihihi" (nggak ngasi penjelasan lain)
L : "Teh botol dingin satu Mbak"
M : "pake es?"
L : "nggak usah"
G : "saya pesan teh manis panas, Mbak"
M : "pake es?"
G : (mikir bentar)"ya pake mbak, kalau gak pake s kan jadi teh mani pana"
M : "ah mas, bisa aja, hihihihihi"
G : "lho ya bener kan? teh manis panas ya pakai S"
M : "hihihihihihihi"
W : "saya pesan nasi goreng Mbak"
M : "biasa atau spesial?"
W : "bedanya apa?"
M : "Yang spesial pakai bakso goreng dan ayam kampung, kalau biasa cuma telur saja" (sambil berusaha menahan tawa)
W : "kalau begitu yang biasa saja mbak. es kelapa mudanya ada yang kelapa beneran gak?"
M : "ya semuanya kelapa bener, masa’ boongan"
G : "maksudnya kelapa bulet"
M : "emm, nanti dilihat dulu, kalau ada saya kasi tau, kalau gak ada saya kasi tau. hihihihihi. kalau gak ada mau yang di gelas saja?"
O : "iya, saya mau di gelas"
M : "masnya?" (nunjuk ke mas Wawan)
W : "ya kalau gak ada yang bulet, ya gak papa di gelas"
W : "ya itu saja dulu, bisa minta diulang?"
M : "ah mas…"
W : "ya gak papa kan?"
M : membacakan pesanan

selang beberapa waktu datang pesanan minuman…

satu teh botol dingin, satu teh panas manis dengan es batu, dan dua kelapa muda di gelas

W : "lho, kok gak kelapa bulet mbak?"
M : "iya, ternyata nggak ada"
W : "saya mau tambah teh hangat tawar"
G : "kalau teh hangat tawar nggak pake s mbak"
M : "hihihihihi, jadinya diganti Mas? hihihihihihi"
W : "nggak, tambah"
O : "mbak, boleh dikasi susu?"
M : "boleh" (ngambil es kelapa muda dari Oddie)

bergerak ke meja sebelah…

M : "bapak pesan apa?"
B : "es kelapa muda"
M : "oh ini saja…" (ngasi es kelapa muda yang sudah diaduk oleh Oddie)

kesimpulannya… malam yang aneh.

hari ini yang kulakukan…

Friday, February 17th, 2006

nyoba www.meebo.com (it’s a success)

sign up ke portalhukum.com (belum banyak guna)

membaca artikel tentang KKP (menarik… tapi same old same old)

membaca artikel tentang sensemaking dalam High Reliability Organizations (insightful, semoga bisa diterapkan olehku)

membaca tentang Robert Strange McNamara (masih menarik untuk dipelajari)

membaca tentang RPM Process (Recognition, Prioritize, Mobilize) (easily said than done)

 

produktif? gak juga.

oh what a day

Thursday, February 16th, 2006

hari yang mestinya cerah (meski diprakirakan akan hujan) menjadi kelabu bagiku.

lucu bagaimana sebuah pembicaraan via telefon di pagi hari mampu mengubah semuanya dalam sekejap.

note to self, never make a phone call in the morning.

Review: HDB-4

Wednesday, February 15th, 2006

Penggunaan Headset makin penting di masa sekarang… terutama dengan hadirnya teknologi CDMA yang membuat telinga cepat panas jika digunakan berlama-lama.

wired headset masih menarik, sebab headset bluetooth cenderung mahal dan menghabiskan batere (nokia 6230i gw dengan pemakaian biasa non bluetooth saja sudah perlu di-charge setiap hari… gimana kalo pake bluetooth terus-terusan?)

nah… dari pilihan headset yang ditawarkan Nokia, yang paling menyenangkan untuk dipakai adalah HDB-4 ini, atau boom headset. Nyaman dipakai karena tidak masuk ke dalam telinga, dan beratnya bisa diabaikan. Berjam-jam dengan barang ini bertengger di telinga tidak mengganggu pergerakan dan telinga. dilengkapi juga dengan tombol untuk menerima dan memutuskan panggilan. connector yang dipergunakan adalah pop-port, jadi bisa dipake dengan sukses di 6230i dan 2116 gw.

drawbacknya? mono. sehingga gak seru kalo dipake ngedengerin musik. But then again, kalo mau musik, ya AD-15 (Nokia Audio Adapter) is the way to go.

harganya? 120 ribu rupiah di graha bimasakti mampang, dengan garansi 6 bulan (semestinya sih satu tahun di kemasannya, tapi entah kenapa dipotong jadi setengah tahun. Nanti kalo gw udah dapat penjelasan gw tulis lagi di sini). seperempatnya bluetooth headset yang paling murah.

Penggambaran Rasul

Wednesday, February 15th, 2006

Sudah berminggu minggu mendengar amarah sebab kartun Nabi Muhammad di koran Barat.

tapi baru hari ini aku bisa melihat gambar2 tersebut. membuatku marah? YA.

di balik dalih "kebebasan pers", "freedom of expression", makin banyak yang memasang gambar2 tersebut di blog mereka.

Ada yang menarik juga, bahwa sebenarnya banyak penggambaran yang telah dilakukan selama ini. hanya saja tidak (selalu) dalam konteks yang menjelekkan. Meskipun jika ditarik benang merah, penggambaran Barat akan Nabi Muhammad 90% buruk. Bahkan ada penggambaran Nabi Muhammad yang sedang disiksa di neraka pada salah satu gereja di Bologna.

Di Washington DC juga ada penggambaran Rasul. Apa teman-teman yang pernah ke Washington DC pernah melihat/berfoto dengan relief Nabi Muhammad di gedung Supreme Court of the US ya?

review: need for speed most wanted black edition

Tuesday, February 14th, 2006

Platform:
intel P4 2.0A OverClocked to 2.4
corsair 256 DDR PC 2700
Corsair 256 DDR PC 3200
abit bd 7 II
winfast 128 geforce fx 5200
western digital 200GB 7200rpm
creative soundblaster live value
Sony DVD ROM drive

game ini dapat dimainkan dengan mulus, tanpa hambatan dengan setting yang cukup tinggi meski tidak maksimal.

gameplay cukup menarik, balapan dan menghindari kejaran polisi. pengembangan dari NFS 3.
selain career/story, ada juga challenges, dan quick race.
meski seperti biasa endingnya kentang :). ending dari NFSU2 lebih menarik.

game ini bukanlah underground 3, so don’t expect any drift race. tapi yang menarik adanya opsi "speedbreaker", seperti "bullet time"nya max payne. inovatif, dan super cool.

handling tiap mobil berbeda… dan patut diingat, di NFSMW, kembali dirajai mobil2 non jepang. crappy cars :))

kalau saja initial D dibikin oleh EA… hmmh…

fitur aneh ponsel

Tuesday, February 14th, 2006

dulu waktu samsung ngeluarin hape dengan fitur layar yang bisa memancarkan cahaya layaknya lampu senter, gw pikir "who in the right mind would buy a cellphone equipped with a flashlight?" tapi ternyata… ada!

Dekna bought one for that exact reason. karena di Banda Aceh sering mati listrik. Menurutnya jadi daripada nyimpen korek dan lilin, atau nyari2 senter dalam kegelapan, lebih baik mengandalkannya kepada cellphone yang (selalu) on hand.

tren ini caught on, dan bbrp produsen lainnya mengikuti seperti SE dgn K750i nya, dan Nokia dgn 2116 nya. tapi tidak mengubah fakta bahwa satu-satunya produsen ponsel yang menjual produk mengandalkan "flashlight"nya, adalah Samsung.

Ada juga fitur aneh yang tidak caught on.

Cermin! yaps… salah satu rilisnya philips tuh… ponsel yang layarnya bisa jadi mirrorlike. as if…

On Manner

Monday, February 13th, 2006

Yang namanya manner atau etika memang masalah pelik. gampang-gampang susah.

Dilbert (atau Dogbert yah?) bilang manner itu adalah buah keisengan orang2 jaman dulu, yang membuat-buat peraturan hanya untuk lucu2an, mengajarkannya ke anak-anak mereka, dan keburu meninggal sebelum sempat bilang ke anak-anak mereka bahwa itu cuman lucu-lucuan.

Kenapa gw nulis tentang ini? Sementara gw belum pernah dituduh ngajar di sekolah kepribadian ato apa gitu… Karena gw baru mengalaminya (lagi).

Siang ini contohnya, gw lagi ngobrol sama temen sekaligus senior gw di kantin. di dekat kami ada kursi kosong, tak bertuan. Tiba-tiba selagi kami sedang mengobrol, ada orang yang tau-tau, ujug-ujug, ma’ bedundhu mengambil kursi tersebut, memindahkannya ke meja lain dan duduk dengan tenangnya.

Nah, bagi beberapa orang, hal tersebut mungkin tidak akan menjadi masalah. apalah artinya sebuah kursi di kantin. Tapi bukan di situ masalahnya. Masalahnya adalah etika sudah tidak berlaku di situ. Gak usah etika yang ribet2 seperti tata cara makan, tata cara menyambut tamu, dan lain-lain. Tapi hanya untuk sekedar bilang, "Permisi mas/mbak, kursi ini ada yang make? boleh saya pinjam?"

Sulit dipercaya. Tapi di saat yang bersamaan, dapat dimengerti.

Menurut teman gw itu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi:
1. tidak pernah diajar oleh orang tua dan/atau lingkungannya, sehingga perlu diajar;
2. pernah diajarkan tetapi lupa, sehingga perlu diingatkan;
3. ingat tetapi tidak peduli, sehingga perlu dibina(sakan).

Gw setuju berat. Memang sudah semestinya begitu. Luar biasa. Pelajaran budi pekerti memang seharusnya diadakan lagi.

no smoking please

Sunday, February 12th, 2006

hari ini gw menghabiskan waktu sekira 8 jam di plasa senayan.

lima jam pertama dihabiskan… emm… gak tepat.

satu jam pertama menunggu. lalu empat jam setelahnya, having fun. ngobrol masalah hati dan makan.

paruh ke dua, menunggu lagi satu jam, dan dua jam setelahnya having fun in a different way, ngobrol dan diskusi.

selama delapan jam itu, gak sering gw menghirup asap rokok atau bahkan aromanya, kecuali di deket coffee bean and tea leaves, serta di toilet di STC senayan.

good day indeed.

scal·a·ble [skáyləb'l]

Saturday, February 11th, 2006

scal·a·ble [skáyləb'l]

adjective
1.  climbable: able to be climbed up or over 
2.  variable: describes computer graphics fonts generated by an algorithm that permits the size to vary proportionately over a wide range 
3.  expandable: describes a computer, component, or network that can be expanded to meet future needs 

-scal·a·bil·i·ty [skàylə bíllətee], , noun
-scal·a·ble·ness, , noun

ini salah satu dasar utama pertimbangan gw untuk memilih gadget.

Contoh: gw milih nokia 6230i karena dia: ponsel, kamera, data storage (maximum documented = 512MB, maximum empirically tested = 1 GB), media player rolled into one tiny package. Dengan kondisi standar pun sudah terbaik di kelasnya, tetapi dengan penambahan-penambahan hardware dan software, hasilnya luar biasa :)

Apalagi sekarang sudah ada Music Connectivity Pack untuk 6230i (kenapa baru dijual sekarang? huh). Kabel data, MMC 512 MB, dan music adapter dalam bundle tersebut membuat 6230i menjadi gadget yang luar biasa. Masih kurang? Masih… WiFi dan Fax. Namun perlu diingat, dengan NokiaOS yang dipake oleh 6230i, lebih stabil untuk di-pair dengan PDA, yang dengan lebih mudah dan nyaman untuk dipergunakan ber-WiFi ria.

Total cost untuk 6230i bergaransi resmi + Music Connectivity Pack + a decent pair of headphones= 3,9 juta rupiah. Well under the hefty price of current cellphones. mari bandingkan dengan 9300i yang WiFi enabled tapi belum bisa jadi flash disk, tanpa kamera, berukuran lebih besar, and lacking the vibrate option, harga dasar? 6 jutaan. Selisih harga dengan 6230i bisa dipake untuk beli PDA yang decent untuk ber-WiFi dan much more powerful in term of processing power and (again) scalability.