Archive for January, 2006

internet kantor

Friday, January 27th, 2006

internet… gw kenal pertama dalam bentuk dial up… masa2 kelas tiga SMA tuh… berarti 95-96 gitu lah. dulu sih masih murah jaya… 40.000 rupiah per bulan, unlimited time/volume… tapi lambat banget. waktu itu make providernya PU :))

waktu itu gw makenya cuman buat browsing dan download… belum jaman mIRC tuh, lha wong baru segelintir yang make benda bernama internet ini. Alhamdulillah gw sih gak ngerasain masa2 BBS gitu :D

fast forward beberapa tahun… skipping over mIRC…

gw kenal yang namanya e-groups. milis. dari cuman ikutan satu milis… berkembang jadi puluhan milis yang gw ikutin. awalnya sih asyik… tapi makin ke sini kok gw ngerasainnya mulai ganggu yah?

dan yang seringkali membuat gw sebal adalah… internet kantor! coba aja ikut milis yang anggotanya kerja, dan settingannya loose… niscaya isinya ya forward2 gak penting… msg2 yang berat2 di bandwidth. hmmh…

gw pernah juga ngerasain internetan di kantor… tapi alhamdulillah, berhubung "disekolahin" dengan dial up… gak suka yang namanya kirim2 pesen yang makan bandwidth gede. fasilitas internet kantor justru gw (salah) gunakan untuk mengambil data2 yang bermanfaat buat gw. bukannya untuk gw bagi2kan ke orang2 lain…hihihihi

moral of the story… harus belajar dari yang kecil2 dulu… supaya jangan gegar budaya. and be mindful towards others’ bandwidth.

jumlah mobil vs. panjang jalan

Thursday, January 26th, 2006

tadi pagi gw denger di HRFM jakarta, lagi ngebahas jakarta mendingan jadi kota pemerintahan atau jasa. ada yang menarik dari pembicaraan, bahwa jumlah mobil di jakarta jauh lebih besar dari panjang jalan di jakarta.

well, menurut gw, bukan di situ letak masalahnya. Letak masalahnya adalah ketidakteraturan. Gw pribadi percaya, kalo aturan lalu lintas telah dijalankan dengan benar, niscaya tingkat stress penduduk jakarta akan turun dengan drastis.

Yang bikin cape dan stress sekarang ini bukan kemacetan di jalan, tetapi lebih kepada ketidakpastian. Kalau  hari kemarin berangkat dari rumah jam 7.00 dan tiba di kantor jam 9.00, tidak ada jaminan bahwa hari ini hal yang sama akan berulang. tidak ada pola di jakarta. terlalu random. ketidakpastian membuat manusia gelisah.

langkah akhir, menyerah… menyerah kepada gairah untuk menjadi lebih cepat dari kendaraan di depan, pindah jalur, berada di sisi kiri jalan meskipun kelak akan berbelok ke kanan, nyelip-nyelip di antara kendaraan-kendaraan lain. yang pada gilirannya, dijamin akan merugikan orang lain.

kapan ya kita punya aturan yang jelas dan ditaati?

Headlights save lifes…

Monday, January 23rd, 2006

dahulu kala, gw pernah denger kalo di malaysia dan singapura, pengendara motor diwajibkan untuk menyalakan headlights mereka, setiap saat. pada saat itu gw belum nyetir sendiri, jadi rada mempertanyakan juga… "gunanya apa yah?"

tapi seiring pengalaman nyetir gw… ternyata emang penting nih kalo pengguna jalan raya (termasuk tapi tidak terbatas pada motor) untuk menyalakan headlights mereka, at all times! Yang paling jelas manfaatnya, gampang terlihat sama pengendara lain, apalagi di keadaan sekarang, mendung selalu, seringkali hujan deras… kalo gak nyalain lampu… wah… wassalam deh… susah ngeliatnya.

tapi susah nih diterapin… boro2 siang2 disuru nyalain, malem aja banyak yang gak pake lampu… heran gw… kok ya berani2nya sih? emang berapa sih harga bohlamnya? gak nyampe 10.000 rupiah… itu gw yakin. Polisi mestinya bertindak keras… karena selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan orang lain, dengan sengaja! ya gak?

gw pernah eksperimen… seharian gw make mobil dengan lampu kecil nyala… orang2 gak ada yang take notice, dan alhamdulillah, gak ada insiden. tapi sekalinya gw pake lampu gede… wuu… semua "berbaik hati" ngingetin gw untuk matiin tu lampu… Lucu… kita punya isyarat untuk memberi tahu orang lain bahwa headlightsnya nyala, tapi gak punya isyarat untuk memberi tahu orang lain kalau headlights nya mati.

Mahal vs. murah

Sunday, January 22nd, 2006

Jumat lalu gw mesen sarapan di Coffee Bean… a simple order which sets me back 30.000 rupiahs. at that moment I wasn’t aware of what I ordered. well, it turned out that the 30.000 rupiahs bought me a decent tea bag with a cup of hot water, four slices of nicely baked bread, a pack of strawberry flavored jam, a pack of butter, and finally, a sunny side up egg (or was it two?).

Mahal atau murah? relatif… dengan sepertiganya gw bisa masak hal yang sama. with comparable taste, i might add :). Tapi dengan 30 ribu itu gw bisa duduk dengan tenang nunggu temen gw dateng sambil ngisi perut gw yang super lapar di dalam air-conditioned room yang dipenuhi asap rokok.

review: Medali buat Hamdani

Sunday, January 8th, 2006

sutradara: Iyon Priyoko

film tv yang disiarkan di RCTI ini cukup menarik. gw nonton separuhnya, lalu karena masalah teknis (DVD reader yang gw pake macet)  menjadi penasaran sampe bbrp hari untuk mengetahui akhirnya.

sebagian besar alur ceritanya cukup nalar, tapi tetap menyisakan beberapa "hole" dalam plotnya. "hole" yang paling besar menurut gw, adalah Hamdani memilih Kristuti ketimbang Nur. big mistake man… he should’ve seen it coming, Kristuti is nothing but trouble. I’d choose Nur over Kristuti any time of day :)

gw suka gambar-gambarnya. meskipun text book tapi tetap enak dilihat (memang beda dengan sinetron :D).

dialog-dialognya gak begitu ngganggu… bahasa tubuh… rada ganggu :) but it’s okay.

film ini menyisakan tanda tanya besar di akhir… ternyata benar apa kata temen gw, "Happy ending-nya menyedihkan" :))

hari-hari terakhir…

Thursday, January 5th, 2006

hmm… kurang dari dua puluh empat jam lagi, saya akan meninggalkan perth dan sekitarnya.

seminggu pertama tinggal di perth, bikin banyak rencana… selagi menjalani tugas di sini juga membuat rencana-rencana tambahan. Dari semua itu yang tidak terealisasi adalah:

- ke perth’s mint (padahal sebrang apartemen lho!)
- naik helikopter melihat pemandangan kota perth
- skydiving
- belajar nyetir pesawat
- naik double decker ngeliat jalan2 perth
- naik tram (palsu) di kota perth
- berenang dengan ikan hiu di aqwa
- ngliat penjara fremantle di waktu malam
- ngeliat kapal selam di fremantle
- naik kuda di… (lupa nama tempatnya… mas Yuki yang tau)
- belajar defensive driving
- nonton christmas pageant

banyak ya yang kerealisasi? (iya)

Yang gak direncanain tapi terjadi:
- jalan2 ke albany dan sekitarnya
- kayaking ke penguin island!
- nyetir sendiri :)
- catamaran surfing
- nonton di alam terbuka
- bersepeda ke kings park
- jalan2 ke kohunu
- jalan2 ke woroloo prison! :))
- jalan2 ke caversham
- jalan2 "malam"
- bernyanyi di depan umum
- salsa! (Iyang… mestinya lo ngajarin salsa juga Yang… :D)

all in all… good experience all around

sinetron vs. serial

Tuesday, January 3rd, 2006

Apa  sih beda antara sinetron dan serial? dan kenapa produser Indonesia senengnya bikin sinetron ketimbang serial.

menurut gw lebih mending bikin serial padahal… gak begitu kompleks. asal ada story-arc yang bagus. Di zaman sekarang ini kan orang2 sibuk… belum tentu bisa ngikutin keseluruhan episode. nah kalau serial, kelewatan satu episode sih gak papa. formula dasarnya sih pilot double length, ending juga double length. ditengah2nya kalo perlu ada double length juga. dengan demikian pasti panjang kan masa tayangnya… bisa per season gitu pula…

sinetron juga punya story-arc… tapi gets too much muddled in the middle, karena banyak yang mau diceritain. lagipula kalau sinetron kan cuman sedikit… ntar dipanjangin kayak tersanjung malah bikin orang bete. Sinetron itu dari awal sampe akhir banyak masalah. dan semua selesai di episode terakhir. terlalu panjang.

kendaraan

Tuesday, January 3rd, 2006

Semenjak di Perth udah banyak kendaraan yang gw kendarai…

kendaraan air
- kayak
- catamaran surfer

Kendaraan darat
- sepeda gw (udah sukses gw jual)
- mercedes benz E240 nya konsulat
- chrysler grand voyager nya konsulat
- toyota tarago nya mas Yuki
- toyota corolla ascent nya mbak Wisya
- hyundai accent nya m2000
- hyundai excel nya Edwin
- suzuki esteem nya mas Wahyu
- mazda 626 nya mas Anton
- nissan pulsar (?) nya Astrid

mayan banyak juga yah? mengingat gw cuman 3 bulan di sini… hihihihi… makasih yang udah rela minjemin kendaraannya ke gw :D jangan bosen-bosen… hihihihi

Sayangnya di Australia CC dan CD gak punya kekebalan soal jalan raya, jadi tetep harus hati-hati soal nyetir :)). mentok-mentok di sini ya 110kpj. hmmh…